IndieComic
Masyarakat Komik Indonesia
Komputer untuk membuat komik
Categories: Tutorial & Tips

Seiring dengan kemajuan teknologi, pembuatan komik kini semakin canggih berkat bantuan komputer. Tanpa sentuhan komputer rasanya tak mungkin mewujudkan efek-efek khusus yang begitu halus dalam pewarnaan komik. Apalagi sekarang seni rendering 3D sudah semakin mewabah di kalangan desainer grafis. Mungkin suatu saat nanti penampilan komik kita akan semakin cantik berkat teknologi ini.

Nah, sudah pasti sebagian komikus kita sudah pernah memoles komik-komik mereka dengan program semacam Photoshop, atau bahkan sudah ada yang melangkah lebih jauh dengan menggunakan program 3D seperti Maya. Pastilah sangat menyenangkan bisa berkarya dengan program-program komputer semacam itu. Namun sayangnya, tidak semua komikus berkesempatan untuk menikmati keberuntungan seperti itu. Komputer setidaknya masih tergolong barang mahal, dan tidak semua orang mampu membelinya.

Untuk mendapatkan komputer yang murah tentunya cukup sulit. Kita tentunya harus memiliki perencanaan yang matang sebelum membeli komputer. Spesifikasi komputer yang layak untuk menjalankan program-program grafis tidak selalu harus yang canggih, bermerk, dan mahal. Sebelumnya kita lihat kebutuhan kita dulu. Komputer itu mau kita gunakan untuk apa? Nggak lucu dong kalau kebutuhan kita hanya mengetik lalu membeli komputer Pentium 4, padahal dengan komputer sekelas Pentium 2 saja urusan mengetik sudah dapat berjalan lancar. Demikian halnya jika kita hendak membeli sebuah komputer untuk membuat komik.

Jangan terpaku pada merk dan kecanggihan semata. Memang benar jika semakin canggih suatu komputer maka semakin efisien komputer itu dalam menjalankan program-program. Namun bagaimana jika dana yang kita anggarkan sangat terbatas? Jangan besar pasak daripada tiang, mau yang canggih tapi duitnya nggak ada.

Kalau begini masalahnya kita harus jeli dalam memilih komponen-komponen komputer. Pilih komponen yang kualitasnya layak namun harganya murah dan terjangkau. Sulit memang untuk menemukan komponen semacam itu. Tapi kenyataannya harga komponen komputer cenderung menurun secara signifikan. Kalau kita sabar menunggu dan telaten menawar bukan mustahil jika kita bisa mendapatkan komponen komputer yang kita inginkan dengan harga yang terbaik. Berikut spesifikasi komputer yang menurut saya masih layak untuk menjalankan program aplikasi 2D/3D:

Prosesor: AMD Athlon 900 MHz (sekitar Rp. 500.000)
Selain harganya yang lebih murah daripada prosesor kelas Pentium, prosesor ini agaknya memiliki daya tahan yang baik. Sebenarnya saya juga hendak menggunakan AMD Duron, tapi berhubung prosesor tersebut termasuk kelas ekonomis saya tidak jadi merekomendasikannya sebab dalam urusan grafis terutama program 3D memerlukan sumber daya FPU yang cukup besar yang agaknya tidak bisa disanggupi oleh prosesor dari kelas ekonomis.

Memory: SDRAM PC-133 512 Mb (sekitar Rp. 600.000)
Jumlah memori besar dalam urusan grafis memang tak bisa ditawar-tawar lagi. Program 2D maupun 3D memang terkenal rakus memori. Oleh sebab itu sengaja saya pilihkan SDRAM karena harganya lebih murah daripada memori tipe DDR atau RDRAM. Kecepatan bus 133 MHz saya rasa sudah cukup. Lagipula kecepatan bus yang besar seperti 266 MHz keatas hanya cocok untuk program real time seperti editing film misalnya. Sedangkan untuk program rendering 3D lebih banyak jumlah memori itu justru lebih baik daripada lebih banyak kecepatan bus.

Motherboard: ASUS A7V133-C (sekitar Rp. 750.000)
Motherboard ini sudah cukup baik karena selain tidak mencangkokan beberapa fasilitas yang tidak perlu seperti RAID dan sound card, harganya juga sudah lumayan terjangkau. Chipset VIA KT133-A yang tertanam dalam motherboard ini juga sudah direkomendasikan oleh Discreet Forum (salah satu organisasi pemerhati 3D). Cocok untuk ditancapi dengan AMD Athlon dan memori SDRAM sampai kapasitas 1024 Mb.

Kartu grafis: GeForce2 Ti 32Mb (sekitar Rp. 1.200.000)
Kartu grafis ini merupakan menggunakan teknologi OpenGL yang cukup baik. Barang yang ini termasuk wajib dan memang harus ditebus dengan mahal. Sebab namanya juga komputer untuk grafis, kartu grafisnya juga harus yang terbaik. Kartu grafis ini baru berperan penting dalam viewport program 3D karena berfungsi untuk menambah detail dan kecepatan pengeditan objer 3D berbasis OpenGL. Jangan memilih GeForce seri MX karena kartu grafis ini termasuk kelas ekonomis dengan dikuranginya beberapa fasilitas penting dari seri Ti.

Scanner
Kalo memang sanggup beli, belilah. Tapi kalo nggak sanggup cukup scan di rentaln aja (syukur2 kalo yang punya rentalan temen sendiri, kan bias nego).

Harddisk Drive, Floppy Drive, CD-ROM Drive, Keyboard, Power Supply Unit (PSU), Stavolt
Untuk komponen-komponen diatas terserah pada kamu untuk memilihnya, pilih yang bekas dan murah juga boleh. Saran saya, untuk harddisk pilih yang kapasitasnya 20 Gb keatas karena space yang banyak cukup berguna untuk swap file dan paging bagi program-program grafis. Paging sangat penting bagi program rendering 3D karena jika saat rendering kapasitas memori sudah nggak mencukupi maka dia akan menggunakan harddisk sebagai virtual memorinya. Dan khusus untuk PSU pilih yang baru dan kekuatannya sekitar 350 Watt keatas.

Mouse (yang bisa 3D-Scroll)
Benda ini berperan sangat vital sebagai input kamu kepada komputer, oleh karena itu nggak boleh dipilih secara sembarangan. Pilih yang kualitasnya baik dan enak di tangan. Yang paling bagus adalah jenis infra red supaya tangan kamu bisa bebas ber-wira-wiri diatas mouse tanpa gangguan kabel.

Monitor 14 inch
Harus yang VGA tau SVGA, kalau bisa pilih yang bekas dan berkualitas sebab komponen yang satu ini harga barunya bisa sangat mahal. Idealnya sih kita memakai monitor tipe LCD yang tidak merusak mata, tapi kalau nggak ada duit pakai CRT juga nggak apa-apa. Lebih besar ukuran layarnya lebih baik karena menambah wawasan kita terhadap gambar.

Sistem operasi
OS (Operating System) yang terbaik untuk urusan grafis sebenarnya adalah sistem operasi berbasis UNIX (OS/2, Linux, IRIX, dan sebagainya) karena kestabilannya sangat baik dan lebih tahan dari virus. Tapi jika pakai sistem Windows, pilih Windows 2000 Professional. Jangan pakai Windows 95 atau 98, karena 90% masalah crashing program 3D biangnya adalah sistem operasi tersebut. Partisi yang digunakan sebaiknya NTFS, karena lebih stabil dalam penanganan file.

Program aplikasi 2D/3D
Sebaiknya pilih yang versinya agak lamaan (misal Adobe Photoshop 5.0, Maya Alias Wavefront 3, 3DS Max 3.1) sebab untuk mengimbangi spesifikasi komputer kita yang low profile serta untuk menjaga kompabilitas. Program-program versi terbaru seringkali menambahkan fasilitas-fasilitas baru yang belum tentu bermanfaat atau malah-malah membebani komputer kita sendiri. Sebelum menginstall lihat dulu persyaratan software-nya, cocok tidak dengan spesifikasi komputer kita.

Hardware atau Software yang tidak perlu diinstall
Kadang-kadang banyak orang salah kaprah, dengan menginstall banyak software maka komputer akan lebih stabil dan baik. Keadaannya justru sebaliknya, semakin banyak software maka justru semakin berat beban komputer itu dalam beroperasi. Beberapa software yang nggak perlu diinstall kalau kita hendak menggunakan komputer untuk membuat komik adalah driver sound, antivirus (Windows 2000 cukup aman dari virus karena sudah ada sistem file protection), memory manager, utility (macam Norton Utilites, McAfee Uninstaller, dll), MS-Office (nggak perlu sama sekali), dan program-program lainnya yang nggak ada hubungannya sama sekali dengan urusan grafis. Dengan menghindarkan program-program semacam itu selain beban komputer lebih ringan, jumlah space dalam harddisk juga semakin efisien. Dan untuk hardware, tidak perlu sama sekali untuk memasang Sound Card, karena komponen yang satu ini selain nggak berguna dalam urusan grafis, juga terkenal sering mencuri memori dan mengambil alih resource IRQ.

Komikaze, Posted on Tuesday 13 May 2003@ 00:11:58

Categories: Tutorial & Tips - Tags: